Kenali keinginan & kemampuan kita


Dalam suatu kesempatan, saya lemparkan sebuah pertanyaan kepada kolega-kolega saya sesama proffesional.

Pilih mana, bekerja sesuai dengan passion tetapi bayarannya kecil, atau hanya bekerja sesuai kemampuan tapi anda tidak nikmati namun mendapat bayaran besar?

Jawaban yang saya dapat sungguh beragam, uniknya, tidak ada yang benar-benar sanggup menjawab apakah mereka ingin bekerja sesuai dengan hasrat dan kesukaan mereka dengan bayaran kecil, atau bayaran besar hanya dengan melakukan hal yang mereka sanggup dan mampu kerjakan.

Sebagian besar tentunya ingin mengerjakan hal yang mereka sukai dengan bayaran yang mahal. Tapi, sekali lagi, dunia kerja juga bukan segala yang sempurna. Sering kali kita melakukan hal-hal yang kita tidak sukai demi terlaksananya suatu pekerjaan dan gaji bulanan kita dapat keluar dengan lancar.

Seorang arsitek misalnya. Dia mendapatkan bayaran selangit demi selesainya sebuah gambar. Tapi jika ditanya apakah itu passionnya? Dengan cepat dia menggelang, dia menjawab.

“saya suka fotografi!”

Lantas kemudian, saya bertemu dengan seorang marketing manager dari perusahaan besar consumer goods. Ketika saya tanya apa passionnya? Dengan terkikik beliau menjawab.

“Saya suka bikin kue. Suka banget. Tapi memulai dari awal untuk bisnis bakul kue dengan persaingan dahsyat macam begini, kok ya saya ndak berani…”

Oh ya. Mari jangan lupakan keberanian.

Satu kata itulah yang menetukan langkah yang anda ambil. Sejauh-jauhnya perjalanan, sesungguhnya hanya dimulai dengan satu langkah kecil. Nah, seberapa besar keputusan kita untuk mengambil langkah pertama itu?

Saya ceritakan satu kisah ya.

Belum lama ini, saya memproses seseorang untuk sebuah perusahaan kecantikan. Katanya, kandidat saya ini punya passion dan ketertarikan yang besar di bidang kecantikan, dan dia sungguh-sungguh ingin mencoba kesempatan untuk bisa bergabung dengan perusahaan klien saya tersebut.

Singkat cerita, saya berhasil meyakinkan klien saya untuk bisa bertemu dengan kandidat tersebut dalan satu sesi wawancara.

Kandidat tersebut bagus, klien saya juga suka. Tinggal satu masalah lagi yang belum terselesaikan.

Gaji.

Keseluruhan paket yang ditawarkan oleh klien saya tidaklah lebih besar dari apa yang sudah diterima kandidat saya saat ini. Kandidat saya minta kenaikan, klien saya tidak mau menambahkan. Buntu. Mereka tidak berjodoh.

Kepada kandidat, saya tanyakan. Bukankah ini passion anda? Mendapat bayaran yang sama dengan melakukan pekerjaan yang anda sukai rasa-rasanya jauh lebih mudah dan menyenangkan bukan? Kenapa anda tolak?

Mau tahu jawaban kandidat saya?

“Saya tahu ini adalah hal yang saya sukai. Tapi ini adalah kali pertama saya betuk-betul mengerjakannya secara proffesional, jujur, saya ragu…”

Waduh. Ternyata, jika kesempatan untuk melakukan hal yang anda sukai di depan mata sudah ada juga belum tentu semuanya akan mulus, ya?

Padahal, katanya, melakukan pekerjaan yang anda sukai sesungguhnya sama saja dengan tidak merasa bekerja. Cuma melakukan hobi, plus dapat uang dari situ. Berkah banget gak, siy???

Ternyata tidak semudah itu.

Banyak faktor lain yang bisa mentukan. Bukan hanya paket, bukan hanya perkara anda suka atau tidak, tapi lebih kepada keberanian yang anda ambil untuk mampu mewujudkannya. Iya, kan?

Jika memang itu passion anda, anda tidak akan pergi dari kesempatan itu.

Anda akan melihat peluang. Anda akan lihat diri anda dalam lima tahun ke depan. Jika anda percaya betul bahwa anda menyukai dan bagus dalam bidang itu, sesungguhnya, anda bahkan akan sanggup menerima paket yang lebih kecil untuk mencapai paket yang jauhhh lebih besar dari paket yang anda terima jika anda masih menetap di pekerjaan sekarang.

Sudahkah anda mengenali passion anda saat ini?

http://yessymuchtar.wordpress.com/2011/11/04/kenali-keinginan-dan-kemampuan-kita/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s