::: SAAT kau PERGI :::

oleh : Kak Abie Fillah pada 22 Juni 2010 jam 19:31

Hanya gemuruh riuh menyekap pusara hati

saat lisanmu berujar “aku harus pergi”

dan langit-langit vokalku runtuh berpuing-puing

bulir-bulir beningpun berkejaran mengalir menganak sungai

Engkaulah purnama semesta di jagad bathinku

dan engkau pula yang menenggelamkan ku pada genangan

cahaya bertabur bintang, berlarut-larut

dalam pijar-pijar warna aura tulus mu

Aku menjelma sebagai laki – laki di keheningan mimpi

memanjat pelangi dengan getar jemari mu

tapi kilau matamu menjadi suluh dan menumbuk kelu jiwaku

pendar kharismatis mu menembus bilik-bilik jantung ku

mengalirkan segumpal darah yang lama membeku

“Mengapa kau pergi, saat cinta mulai bersemi”

kepadamu, aku yang tak pernah miskin rindu

kepadamu, aku yang tak bisa mengusir pilu

saat menanti temu, entah tahun berpuluh

Maka, biarkan aku berayun di ranting waktu

menunggu gebyar purnamamu

walau dalam bentangan jarak terjauh…

kini kau tlah pergi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s