ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae)

oleh : Evi Andriani pada 09 Desember 2010 jam 17:02


Definisi ITP

ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. ‘Idiopathic’ berarti ‘tidak diketahui penyebabnya’. ‘Thrombocytopenic’ berarti ‘darah yang tidak cukup memiliki keping-keping darah (trombosit). ‘Purpura’ berarti seseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan).

ITP [Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae] ialah suatu gangguan sistem imunitas yang ditandai dengan trombositopeni yaitu jumlah trombosit menurun hingga dibawah dari jumlah normal 150.000 /ul sehingga menimbulkan perdarahan.

Didalam tubuh manusia, ada yang namanya sistem hemostasis. Hemostasis ialah suatu fungsi tubuh yang bertujuan untuk mempertahankan keenceran darah sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah dan menutup kerusakan dinding pembuluh darah sehingga mengurangi kehilangan darah pada saat terjadinya kerusakan pembuluh darah. Faal hemostasis melibatkan 4 sistem, yakni ; sistem vaskkuler, sistem trombosit, sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis.

Adanya trombositopenia pada ITP ini akan mengakibatkan gangguan pada sistem hemostasis tersebut.

Ciri-ciri ITP :

Penderita ITP memiliki tanda-tanda :

* suhu badan normal (tidak terdapat demam),

* tidak terdapat pembesaran limpa dan hati,

* BAB (feces) berwarna hitam,

* Adanya trombositopenia atau “small platelets” (jumlah trombosit <150.000/ul) .

Dari hasil laboratorium trombosit sering tidak normal dan selalu naik turun biasanya di bawah 20.000/ul (trombosit normal : 150.000-450.000/ul) dan leukosit (WBC) tinggi diatas 10.000/ul (leukosit normal : 4000-10.000/ul). Hemoglobin (hb) juga mempengaruhi seorang penderita ITP. Karena jika sangat kurang dari normal penderita bisa sangat lemas dan pingsan (Normal, wanita : 12-16 g/dl, laki-laki : 13-18 g/dl, anak-anak < 11 tahun : 11-12.5 g/dl dan < 7hari : 17-22 g/dl, wanita hamil : 11-15 g/dl ). Adanya juga keterangan eritrosit (RBC) tergambar anemia dengan 1 + Hypochromia.

Tidak ada peningkatan hematokrit (HCT) dimana normal : laki-laki : 40-54 %, wanita : 36-47 % dan anak-anak : 32-42 %

* Gambaran klinik berupa perdarahan di kulit.

* Pada pemeriksaan sumsum tulang; megakarosit normal atau meningkat (Tapi pemeriksaan ini tidak harus dilakukan)

peningkatan trombosit dapat disebabkan oleh pengaruh lovastatin yang terkandung dalam angka terhadap faktor perangsang koloni megakariosit. Megakariosit merupakan sel raksasa di dalam sumsum tulang. sel tersebut membentuk trombosit dengan mengeluarkan sedikit sitoplasma ke dalam sirkulasi darah. satu sel megakariosit berpotensi membentuk 4000 sel trombosit.

Yang mesti disiapkan jika perlu dilakukan pemeriksaan sumsum tulang:

1. Kesiapan mental, karena pemeriksaan ini sedikit menyakitkan

2.Tidak memiliki kelainanan/ penyakit radang kulit di daerah dada

3. Berkonsultasilah dengan dokter terkait manfaat dan risiko pemeriksaan sumsum tulang ini.

Perdarahan yang terjadi umumnya pada seorang penderita ITP seperti mimisan, luka memar sampai membiru, gusi berdarah, pada kulit berupa bintik-bintik merah (dalam kedokteran disebut purpurae), bisa juga muntah berdarah dan bagi wanita keluar menstruasi bisa sebulan 2x dan meningkatkan aliran darah menstruasi. Hal ini bisa terjadi bila kadar trombosit nya sangat rendah sekali.

Kadang ada dokter yang menyebutkan bintik-bintik merah kecil itu yang muncul pad a permukaan kulit disebut dengan Petechiae. (Hal itu disebut bila sang dokter belum memeriksa secara lanjut). Tapi bila diperiksa lebih lanjut dan terbukti ia menderita ITP maka bintik-bintik merah itu disebut Purpura. Bintik-bintik merah itu sangat kecil sekali, gatal dan bila udara panas maka penderita akan merasa tubuhnya seperti terbakar. Oleh sebab itu penderita harus berada pada ruangan yang suhu kamarnya normal.

Dalam keadaan normal, umur trombosit sekitar 10 hari, sedangkan pada ITP, umur trombosit memendek menjadi 2-3 hari atau bahkan hanya beberapa menit saja. Memendeknya umur trombosit ini disebabkan karena peningkatan destruksi trombosit di limpa oleh karena proses imunologi, dan umur trombosit berhubungan dengan kadar antibody platelet, sehingga bila kadar antibody platelet meninggi, maka umur trombosit semakin pendek

Secara klinis, ITP ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. ITP Akut

ITP akut [kurang dari 6 bulan] ini lebih sering terjadi pada anak [usia 2-6 tahun], seringkali terjadi setelah infeksi virus akut [Rubeola, Rubella, Varicella zoozter, Epstein Barr virus] dan penyakit saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Manifestasi perdarahan ITP akut pada anak biasanya ringan, perdarahan intracranial terjadi kurang dari 1% pasien. Biasanya ITP akut pada anak ini self limiting, remisi spontan terjadi pada 90% pasien [dimana 60% sembuh dalam 4-6 minggu, dan lebih dari 90% sembuh dalam 3-6 bulan]. Dan sekitar 5-10% lainnya berkembang menjadi ITP kronik [berlangsung lebih dari 6 bulan]

2. ITP kronik

ITP kronik ini terutama dijumpai pada wanita berumur 15-50 tahun. Episode perdarahan dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, mungkin intermitten, bahkan terus menerus.

Tapi ITP dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

Seperti yang tadi evi sebutkan di atas dalam tanda-tanda penderita ITP, bila penderita ITP diperiksa secara fisik, maka biasanya keadaan umumnya baik, tidak didapatkan demam, dan tidak ada pembesaran limpa maupun hati.

Gejala klinis bervariasi tergantung jumlah trombosit serta kadar antibodi platelet. Anemia baru didapatkan bila terjadi perdarahan hebat. Gejala ITP sendiri biasanya pelahan-lahan dengan riwayat mudah berdarah dengan trauma maupun tanpa trauma. Pada umumnya bentuk perdarahannya ialah purpura pada kulit dan mukosa [hidung, gusi, saluran makanan dan traktus urogenital].

Perdarahan spontan terjadi bila jumlah trombosit < 50.000/mm3, dan bila jumlah trombosit < 10.000/mm3 akan berisiko terjadi perdarahan intracranial [komplikasi serius, mengenai sekitar 1% dari penderita ITP].

Ada anggapan bahwa jika trombosit di bawah 20.000/ul harus tranfusi darah (trombosit) dan kadang ada dokter yang beri infus terus menerus. Tapi sebenarnya semua itu liat kondisi dari si pasien. (Untuk masalah penanganan permasalahan pasien atau terapi dan pemberian obat.. tunggu di note bagian 2 dan perbedaan DBD atau DHF, LUPUS dan LEUKIMIA bersama ITP di note bagian 3)

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan : “Allah tidak pernah menurunkan sebuah penyakit, kecuali Dia juga menurunkan bersamanya obat; obat itu bisa diketahui oleh orang yang mengerti penyakit tersebut dan tidak bisa diketahui oleh orang yang tidak mengerti penyakit tersebut ”

Professor Hawks dari Universitas Colombia telah menjadikan senandung berikut sebagai salah satu moto hidupnya : “Semua penyakit yang ada di bawah matahari pasti ada obatnya, atau sama sekali tidak pernah ada. Jika ada, maka berusahalah untuk mendapatkannya. Namun jika tidak, maka jangan dipikirkan”

Semoga note ini bermanfaat buat kita semua. Terimakasih buat sahabat-sahabat yang selalu memberi evi semangat, untaian do’a-do’a nya dan kasih sayang nya sehingga Evi semakin dekat dengan Allah SWT, dan bertambah rasa sabar ini🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

by : ~Evi A.~

http://eviandrianimosy.blogspot.com/

Referensi :

1. dr. Gino Tann M.D., Ph.D (London), F.I.S.H, Haemotologist-Oncologist

2. dr. Genis Ginanjar

3. http://luluch.blogspot.com/2008/08/idiopathic-thrombocytopenic-purpurae-or.html

4. http://dranak.blogspot.com/2006/10/itp-idiopathic-thrombocytopenic.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s